Apa khasiat susu dan daging kambing
Published Tuesday, December 29, 2009 By erlangga.
Under Susu Kambing Tags: daging kambing, daging sapi, Kambing, susu kambing, Susu kedelai, susu sapi
apa khasiat susu dan daging kambing? tidak
banyak yang tahu berikut saya bagikan sedikit informasinya . Susu kambing
memang memiliki karakteristik yang berbeda dengan susu
sapi, ataupun air susu ibu (ASI). Susu kambing
memiliki daya cerna yang tinggi, memiliki tingkat keasaman yang khas, memiliki
kapasitas bufer yang tinggi dan dapat digunakan untuk mengobati penyakit
tertentu.
Daging kambing sudah
sangat populer bagi masyakarat. Berbagai macam jenis makanan tradisional diolah
dari daging kambing
seperti misalnya sate, sop, gulai, dan kare. Walaupun
demikian, seringkali daging kambing dituding
sebagai penyebab darah tinggi dan sakit jantung.
Susu
kambing banyak direkomendasikan sebagai bahan substitusi bagi
bayi, anak, dan orang dewasa yang alergi terhadap susu
sapi
ataupun berbagai jenis makanan lainnya. Pada bayi, alergi terhadap susu
sapi
(cow milk allergy) banyak
dijumpai, akan tetapi mekanisme terjadinya alergi masih belum jelas. Bagi bayi
yang alergi terhadap susu sapi
jika diberikan susu sapi terus-menerus akan
menyebabkan reaksi pembesaran lamina propia dan peningkatan permeabilitas
molekur makro dan aktivitas elektrogenik lapisan epitel. Gejala klinis seperti
ini akan hilang jika bayi tersebut diberikan makanan bebas susu sapi.
Jadi, potensi susu
kambing sebagai pengganti susu sapi
pada bayi ataupun pasien yang alergi terhadap susu sapi
sangatlah besar.
Gejala alergi terhadap protein susu biasanya
timbul pada bayi yang berumur dua sampai empat minggu, dan gejalanya akan
semakin jelas pada saat bayi berumur enam bulan.
Bagian tubuh yang terserang alergi ini adalah
saluran pencernaan, saluran pernapasan, dan kulit. Gejala-gejala yang tampak
akibat alergi terhadap protein susu di antaranya muntah, diare, penyerapan
nutrisi yang kurang sempurna, asma, bronkitis, migren, dan hipersensitif.
Gejala patologis yang terlihat pada bayi yang
alergi terhadap susu sapi di antaranya
iritasi usus halus, lambat pertambahan bobot badannya, volume feces yang
berlebihan, dan bau yang khas. Akan tetapi, perlu diingat bahwa sering kali
gejala ini dicampuradukkan dengan gejala tidak tolerannya seseorang terhadap
laktose (lactose intolerance).
Kelebihan susu kambing
Susu
kambing dilaporkan telah banyak digunakan sebagai susu
pengganti susu sapi ataupun bahan pembuatan makanan bagi bayi-bayi yang
alergi terhadap susu sapi. Alergi pada saluran pencernakan
bayi dilaporkan dapat berangsur-angsur disembuhkan setelah diberi susu
kambing.
Dilaporkan bahwa sekitar 40 persen pasien yang
alergi terhadap protein susu sapi memiliki toleransi yang baik terhadap susu kambing.
Pasien tersebut kemungkinan besar sensitif terhadap lactoglobulin yang
terkandung pada susu bangsa sapi tertentu.
Diduga protein susu (-lactogloglobulin yang
paling bertanggung jawab terhadap kejadian alergi protein susu.
Susu kedelai sering pula digunakan sebagai salah
satu alternatif pengganti susu sapi
bagi bayi yang alergi terhadap susu sapi. Walaupun demikian, masih terdapat
sekitar 20 persen-50 persen dari bayi-bayi yang diteliti memperlihatkan gejala
tidak toleran terhadap susu kedelai. Oleh sebab itu, susu kambing bubuk lebih
direkomendasikan untuk susu bayi. Panas yang digunakan selama proses pengolahan
susu mengurangi reaksi alergi. Denaturasi panas merubah struktur dasar protein
dengan cara menurunkan tingkatan alerginya.
Susu kambing
mengandung lebih banyak asam lemak berantai pendek dan sedang (C4:0-C12:0) jika
dibandingkan dengan susu sapi. Perbedaan ini
diduga menyebabkan susu kambing lebih mudah dicerna. Ukuran
butiran lemak susu kambing
lebih kecil jika dibandingkan dengan susu sapi
atau susu lainnya. Sebagai gambaran ukuran butiran lemak susu
kambing, sapi, kerbau, dan domba bertutur-turut adalah: 3,49,
4,55, 5,92, dan 3,30 mm.
Dari hasil penelitian Mack pada tahun 1953
disimpulkan bahwa kelompok anak yang diberi susu kambing memiliki
bobot badan, mineralisasi kerangka, kepadatan tulang, vitamin A plasma darah,
kalsium, tiamin, riboflavin, niacin, dan konsentrasi hemogloninnya yang lebih
tinggi jika dibandingkan dengan kelompok anak yang diberi susu sapi.
Disamping itu, susu kambing memiliki
kapasitas bufer yang lebih baik, sehingga bermanfaat bagi penderita gangguan
pencernaan.
Kandungan folic acid dan Vitamin B12 yang rendah
merupakan kelemahan susu kambing. Selain kelemahan ini, susu kambing
dapat dikatakan merupakan makanan yang sempurna.
Penyakit cardiovascular?
Berdasarkan publikasi yang dilakukan oleh USDA, daging kambing mentah memiliki kandungan
lemak 50 persen-65 persen lebih rendah dibandingkan dengan daging sapi, akan tetapi
kandungan proteinnya hampir sama. Daging kambing
juga memiliki kandungan lemak 42 persen-59 persen lebih rendah jika
dibandingkan dengan daging domba.
Hal yang sama juga dilaporkan untuk daging
yang sudah dimasak. Disamping itu, persentase lemak jenuh daging
kambing 40 persen
lebih rendah jika dibandingkan dengan daging ayam (tanpa kulit) dan
masing-masing 850 persen, 1.100 persen, dan 900 persen lebih rendah jika
dibandingkan dengan daging sapi, babi, dan domba.
Berdasarkan hasil penelitian Devendra, asam lemak
yang terkandung pada daging kambing sebagian besar (68,5-72,3
persen) terdiri dari lemak tidak jenuh. Daging kambing mengandung asam lauric, myristic,
dan palmitic yang merupakan asam lemah tidak jenuh yang tergolong kedalam
kelompok nonhypercholesterolemic masing-masing sebanyak 2,0, 2,6, dan 27,6
persen. Disamping itu, daging kambing
mengandung asam lemak tidak jenuh oleic (C:18.1) sebanyak 30,1-37,0 persen,
linoleic (C18.2) sebanyak 13,4 persen, dan linolenic (C:18.3) sebanyak 0,4
persen.
Kandungan kolesterol daging kambing ternyata hampir sama
dengan daging sapi, domba, babi, dan ayam dan lebih rendah jika dibandingkan
dengan beberapa produk susu dan daging ayam
olahan dan makanan asal laut. Daging kambing
mengandung kolesterol sebanyak 76 mg persen, sedangkan untuk daging sapi, ikan
dan domba adalah 70 mg persen. Kandungan kolesterol daging babi dan ayam adalah
60 mg persen.
Tingkatan kolesterol darah kita kurang tergantung
pada kolesterol yang terkandung pada makanan yang kita konsumsi. Kandungan
kolesterol dalam darah lebih banyak tergantung pada jumlah asam lemah jenuh
yang kita konsumsi, terutama rasio antara lemak polysaturated terhadap lemah
jenuh.
Oleh sebab itu, untuk mengontrol tingkat
kolesterol darah akan lebih efektif dilakukan dengan cara mengurangi konsumsi
makanan yang mengandung asam lemak jenuh. Asam lemak polysaturated dan asam
lemak monosaturated berada dalam kondisi tidak terlalu padat suhu ruang,
sehingga tidak jarang kita melihat ada tetesan lemak pada karkas kambing
yang digantung. Pengamatan terhadap tetesan lemak ini dapat digunakan sebagai
salah satu metode sederhana untuk menentukan derajat kejenuhan lemak.
Hasil penelitian seperti yang telah dijelaskan di
atas menunjukkan bahwa kambing
tanpa mempertimbangkan umur, bangsa, dan daerah pemeliharaannya berperan
dalam menyediakan daging berkualitas tinggi dan juga sumber lemak yang sehat
dengan risiko mengonsumsi kolesterol yang minimum. Disamping itu, daging
kambing mengandung lebih banyak
zat besi, potassium, dan tiamin yang berhubungan dengan kandungan garam yang
lebih rendah.
Daging kambing mengandung
semua asam amino esensial
dan mengandung lebih rendah kalori. Oleh sebab itu, dapat disimpulkan bahwa
susu dan daging kambing
tergolong ke dalam bahan makanan yang bersahabat dan sehat untuk dikonsumsi,
asalkan saja tidak secara berlebihan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar