Minggu, 04 Maret 2012

Macam2 Peluang Usaha


Tips 1 (penyiapan serbuk gergaji)
Serbuk kayu/gergaji yang umum digunakan dalam budidaya jamur tiram putih adalah :
– Kayu sengon laut
– Kayu mahoni
– Kayu nangka/mawar
– Kayu kampung
– Kayu meranti
WARNING, Jangan menggunakan kayu yang bergetah seperti
KAYU CEMARA, DAMAR, PINUS
Tips :
– Budidaya yang termudah adalah menggunakan serbuk gergaji dari kayu sengon laut
– Letakkan kayu di lokasi yang terlindung, sebaiknya jangan kena hujan, karena nanti akan kesulitan dalam menentukan kadar air
– Serbuk gergaji jangan langsung digunakan, tapi timbun dahulu selama kurang lebih 3 minggu
– Pada saat ditimbun, campur lah serbuk gergaji dengan kapur dengan perbandingan: 20 kg serbuk gergaji ditabur sekitar satu genggam kapur.
– Tujuan menaburkan kapur adalah untuk mengatur ph dari serbuk gergaji
– Ada baiknya tetap di cek ph sekitar 7.
– WARNING, jika ph sampai 8 atau lebih 90% akan menyebabkan kegagalan
Triks :
– Ukuran serbuk gergaji yang kasar dan halus menentukan jumlah.
– Sebaiknya pilih ukuran serbuk gergaji yang halus karena lebih mudah dalam pengaturan kadar air, dan juga berat yang didapat biasanya lebih banyak.
– Sebaiknya sesedikit mungkin biaya dikeluarkan untuk serbuk gergaji, idealnya memang budidaya jamur adalah memanfaatkan limbah serbuk gergaji.
– Biasanya di daerah Malang dan sekitarnya, harga serbuk gergaji jika beli curah dalam satu truknya sekitar Rp.1.200.000. Dan bisa menghasilkan kurang lebih 4000 baglog. Berarti biaya per baglog untuk serbuk gergaji adalah Rp.300,-
– WARNING : JANGAN DIBELI JIKA DI KURS KAN KE BAGLOG HARGA DIATAS Rp.500,- Kecuali harga jamur tiram di daerah Anda lebih dari Rp.12.000 /kg di tingkatan petani.
- Umumnya dari satu truk curah, bobot serbuk gergaji dengan kadar air normal adalah sekitar 4-5 ton.
- Lebih menguntungkan membeli serbuk gergaji dalam zak (pakan ternak). Berat rata-rata per zak nya 20kg. Satu truk bisa membawa hingga 250 zak lebih.
Komentar Dimatikan
Banyak cara yang bisa dilakukan untuk memperoleh pendapatan uang dari hasil tanaman atau budidaya, jika mampu mengelolanya. Read the rest of this entry →
Rencana skala bisnis jamur tiram yang ada berkaitan dengan luasan lahan yang kita miliki. Kami memiliki sebuah rumusan untuk menentukan luas kumbung efektif yaitu : luas efektif kumbung adalah jumlah baglog per m2 = 70 angka 70 baglog/m2 ini adalah jumlah efektif baglog per luasan sehingga Read the rest of this entry →






Mie Rambo Sahetty
Bahan:
2 bungkus Indomie Goreng
100 gram brokoli, rebus
6 buah jamur tiram, rebus
2 butir bawang merah
1 batang daun bawang, diiris
1  sendok teh bawang goreng untuk taburan
1 sendok makan margarin untuk menumis

 Saus Spageti:
100 gram daging sapi giling
1 buah bawang Bombay, potong-potong
1 buah tomat, potong-potong
1 buah prapika merah, potong-potong
Read the rest of this entry →
Usaha budidaya jamur tiram memang sangat menggiurkan. Dilihat dari segi finansial dapat dikatakan usaha ini layak untuk dijalankan. Apalagi bagi para hobiis ataupun wirausahawan, Read the rest of this entry →


Takari Bambang Israwan dan kawan-kawan kini memetik sukses. Bermodal patungan dengan teman-temannya yang hanya membutuhkan modal sebesar Rp 900 ribu, kini usaha pembuatan bag log jamur tiram milik Takari Bambang Israwan dan saudaranya meningkat pesat. Dalam sebulan, omzetnya bisa mencapai Rp 15 juta.
 Takari Bambang Israwan dan Agus Mulyadi, warga Dusun Mojorejo RT 11/ RW 03 Desa Pendem Kecamatan Junrejo ini benar-benar memulai bisnis pembuatan bag log dari nol.
 Hanya sekali mengikuti pelatihan singkat tentang pertanian jamur tiram, Takari langsung menerapkan hasil pelatihannya pada September 2007 silam.
 Hasil pelatihan itu langsung diterapkan bersama rekan-rekan satu dusunnya. Bersama 8 orang kawannya, Takari membeli bibit jamur tiram di seorang pengusaha bibit jamur di Pandaan dengan modal awal hanya sebesar Rp 900 ribu.
 Dari modal awal tersebut, didapatkan bibit jamur sebanyak 800 bag log, yang didapat dari salah seorang fasilitator pelatihan yang pernah diikuti oleh Takari. Bibit ini kemudian ditempatkan di sebuah kamar berukuran 3×4 meter yang berada di belakang rumah. Bibit ini tumbuh dan berkembang dan selama 3 bulan bisa dipanen sebanyak 4 kali. Bibit jamur ini kemudian dikembangkan untuk disimpan dalam bag log.
”Saat awal panen, kami bahkan dikunjungi oleh Bob Sadino pengusaha dari Jakarta. Saat itu Bob berkata pada saya, jangan pernah berharap bisa berkembang bila hanya mengandalkan bibit itu saja. Kata-kata dari Bob Sadino inilah yang melecut saya untuk mengembangkan bisnis ini,” urai Takari.
 Dari bibit jamur setelah dipanen ini, kemudian dijadikan untuk pembuatan bag log yang berisi bibit jamur. Selain itu, kelompok usaha ini juga mengambil keputusan untuk tidak menjual bibit jamur, melainkan menjual bag log diambil oleh Takari.
 ”Mereka yang membeli bibit ke saya, bisa menjual jamur tiram hasil panennya kepada saya bila tidak mampu memasarkan,” jelasnya.
 Para pembeli yang datang ke kelompok usaha Takari dan kawan-kawan ini cukup banyak.  Selain masyarakat sekitar Batu dan Malang Raya, ada juga luar kota lainnya yang datang.
 Pada pertengahan 2008, kelompok ini mampu mempekerjakan sebanyak 11 orang warga sekitar untuk proses pembuatan bag log ini. Dalam perkembangannya, 9 orang kelompok ini hanya bertahan 2 orang saja.
 Yakni Takari dan Agus Mulyadi yang masih paman dari Takari sendiri. Dua orang ini kemudian membesarkan usaha pembuatan home industry bag log jamur tiram ini. Untuk bahan dasar, yakni serbuk gergaji didapatkan dari wilayah Gondanglegi, Kabupaten Malang.




InsyaAllah  dengan  panduan budidaya jamur  Konsumsi ini gambaran menyeluruh mengenai budidaya jamur tiram sudah dapat Anda peroleh dan yang pasti tanpa harus membayar mahal hingga jutaan rupiah.
Untuk satu paket lengkap Buku Plus CD panduan budidaya jamur tiram, Anda hanya perlu berinvestasi  Rp. 250.000. Read the rest of this entry →
Bagi pelaku usaha jamur, terjadinya kegagalan dalam pembuatan media (baglog) seperti adanya kontaminasi, bibit tidak tumbuh/mati, miselia tidak sempurna adalah pemandangan yang biasa dialami. Namun hal itu akan mengganggu stabilitas usaha, jika kegagalan tersebut terjadi terus menerus dan dalam jumlah yang besar. Read the rest of this entry →
Kaitkata: bibit jamur
Kegagalan pd Baglog
Kegagalan dalam budidaya jamur tiram Dalam pembuatan baglog jamur tiram, seringkali timbul yellow spot, green spot, gagal menumbuhkan miselium, perkembangan miselium lambat, baglog membusuk, dsb. Kegagalan ini sebenarnya disebabkan oleh berbagai macam faktor, memang faktor kegagalan ini harus juga diperhitungkan agar kita siap dalam mengantisipasinya. Seringkali faktor sterilisasi media dianggap sebagai satu-satunya sebab dalam kegagalan. Padahal proses sterilisasi media hanya merupakan salah satu penyebab saja. Read the rest of this entry →
Kaitkata: Media Tanam





Tidak ada komentar: