Minggu, 02 Oktober 2011

KEMITRASEJAJARAN PRIA DAN WANITA DALAM KOPDIT

KEMITRASEJAJARAN PRIA DAN WANITA DALAM KOPDIT
1. PENDAHULUAN
Kemitra sejajaran pria dan wanita dalam pembangunan makin mendapat perhatian dalam pembangunan negara 
INDONESIA
Dalam Kopdit kemitra sejajaran dikemukakakan untuk memberi makna :
Bagaimana Kopdit dapat memberi manfaat optimal kepada anggota baik itu pria maupun wanita.
Bagaimana anggota wanitadan pria mempunyai hak yang sama dalam pengambilan keputusan dalam 
Koperasi Kreditnya.
2. LATAR BELAKANG
Prinsip Koperasi Internasional mencatumkan hak anggota baik pria maupun waniata. Prinsip satu anggota 
satu suara mencerminkan hal itu.
Dasar Kopdit yang dituangkan dalam AD/ ART pun tidak membeakan anggota
Namun dari pengalaman Kopdit di Indonesia kemitra sejajaran dalam mengambil keputusan antara pria dan 
wanita belum berjalan dengan baik
Dari segi keanggotaan,anggota Kopdit pria dan wanita berimbang jumlahnya. Namun dalam kepengurusanmasih lebih banyak pria yang berperan sebagai Pengurus dari pada wanita dan pengurus pria banyak yang cenderung berpikir dari perspektifnya saja
3.MEMAHAMI JENDER DALAM KONTEKS KEMITRASEJAJARAN
Pria dan wanita menjadi mitra sejajar yang harmonis apabila keduanya benar benar memiliki persamaan hak , kewajiaban kedudukan,peranan,dan kesempatan dalam pembangunan diberbagai bidang,juga dalam Kopdit
JENDER  adalah ejaan bahasa indonesia dari kata “gender” dalam bahasa Inggris.
Latar belakang dari dipilihnya ejaan bahasa Indonesia adalah istilah “gender” dalam bahasa Indonesiadapat dibaca gender [jawa] yang artinaya dapat membingungkan bila dibandingkan dengan pengertian yang tersirat dalam konsep “gender”[ bahasa Inggris ]
            3.1  Pengertian Jender
JENDER adalah perbedaan perbedaan sifat wanita dan pria yang tidak hanya mengacu pada perbedaan biolgis,tetapi juga mencakup nilai nilai sosial budaya. Nilai nilai tersebut menetukan peranan wanita dan pria dalam setiap bidang masyarakat.
[ Dalam bahasa Inggris ,jender= gender,artinya jenis kelamin ]
Jender adalah pengertian yang mengacu pada pengertian yang terbentuk secara sosial bukan sejak lahir
Karena itu pengertian dapat berubah. 
Beberapa penertian yang sudah menujukan perubahan iru diantaranya :
a.Wanita dapat melakukan pekerjaanm yang secara tradisional dilakukan oleh pria
b.Pria dapat mengasuh anak sama baiknya dengan wanita
3.2  Jender dibedakan dari jenis kelamin
       Jenis kelamin adalah dasar biologis yang membedakan pri dan wanita
       Perbedaan biologis ini seringkali dianggap sebagai ‘ sudah bawaan’telah ditentuka dan tidak dapat diaubah
       Kharaktersitik khas perempuan dan laki laki yang ditentukan secara bilogis adalah antara lain :
pria  mempunyai sperma dan perempuan mengandung dan melahirkan.
3.3  Jender sebagai kontruksi sosial
Perkembangan jender merupakan interaksi kompleks antara faktor bawaan dan faktor sosial . Identitas jender ,makin dimantapkan melalui berbagai cara antara lain dengan adanya pembagian peran pria dan wanita. Dengan berbagai cara dan dalam lingukungan (dirumah,disekolah,dan dimasyarakt pada umumnya)pembagian peran pria dan wanita yang berlaku dalam lingungan budaya diperkenalkan pada setiap orang sejak usia dini dan sesuai dengan tahapan usianya.
sehingga secara bertahap setiap  anak akan memahami apa yang pantas dan apa yang tidak pantas dilakukan, 
dipikirkan, karena ia laki aki atau perempuan.
Maka terbentuklah sifat sifat psikolgis yang khas jender[”gender specific traits”]. Ialah sifat, sikap dan prilaku yang dianggap pantas bagi seseorang karena laki laki atau perempuan. Sifat dan sikap khas jender ini berkembang sebagai hasil proses sosialnya dan yang secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi relasi antar jender.
3.4  Setereotip jender
melalui peran sosial tersebut berbagai stereotip jender mulai muncul dan berlaku misalnya ; perempuan lebih sesuai bila tampil feminim atau pekerjaan khas perempuan[ sebagai kasir,sekertaris,humas ,petugas sosial dsb ] makin kuat.
Semua pandangan itu merupakan conth yang secara langsung dan tidak langsung memperkuat sifat dan 
perilaku khas jender.
Karena itu ditinjau dari relasi jender, bukan suatu kekecualian untuk menemukan bahwa perempuan ditempatkan lebih rendah terhadap lakia laki. Keadaan ini menggambarkan subordinasi perempuan terhadap laki laki .
Konsekwensi lebih lanjut dari subrdianasi perempuan tercermin dari berlangsungnya berbagai ketimpangan jender.
3.5  Perilaku Sesuai Jender
Perilaku sesuai jender atau yang dianggap pantas  danu tidak pantas bagi laki laki dan perempuan berbeda secara lintas budaya dan antar waktu. Studi antroplogi menunjukan tentang keragaman jender secara lintas budaya . Hasil hasil itu memberi petunjuk bahwa : jender bukan konsep statis tetapi jender sebagai kontruksi sosial dapat berubah dan dapat diubah meskipun meskipun tidak mudah untuk mengubahnya.
Tidak mudah mengubah jender ( sifat sifat psikologis perempuan dan laki laki ) dan relasi antar jender 
disebabkan paling sedikit oleh dua hal ;
üAda yang menganggap bahwa prilaku khas jender merupakan bawaan [ determinisme biologis ] sehingga 
tidak mudah di ubah.
üKenyatan bahwa perkembangan prilaku khas jender dibentuk sejak usia dini sehingga relatif mantap dalam 
diri seseorang.
Sehubungan dengan itu ,maka untuk mengubah relasi antar jender ,khususnya yang dapat mengurangi 
ketimpanagan jender diperlukan suatu analisa dan usaha khusus.
4.MENGAPA PENYADARAN JENDER PERLU DALAM KOPDIT
1.Penyadaran jender perlu agar  anggota kopdit paham bahwa dalam masyarakat ada peranan yang berbeda yang diberikan kepada pria dan wanita yang dihasilkan oleh berbagai faktor ideolgis,historis,agam ,etik,ekonomi,dan politik. Peranan itu itu bukan suatu yang tidak dapat diubah karena dengan perkembangan jaman , peranan akan berkembang . Yang perlu diperjuangkan adalah walaupun peranan berbeda tetapi tidak menimbulkan prilaku ketidakadilan baik bagi pria maupun wanita.
2.Penyadaran jender perlu dalam Kopdit agar baik pria dan wanita dapat meningkatkan kepekaan terhadap keadaan yang mengandungmasalah jender yang menyebabkan masih sulitnya tercipta kemitra sejajaran dalam Kopdit seperti nampak dalam komposisi kepengurusan dalam Kopdit.
3.Penyadaran jender berkepentingan terhadap pola hubungan antara pria dan wanita dalam semua  bidang termasuk dalam Kopdit, dan ada faktor faktor yang mempengaruhi nya. Pola hubungan itu perlu diarahkan pada pola kemitrasejajaran. 
4. Kesadaran tentang adanya perbedaan perbedaa jender dalam masyarakat , khususnya dalam Kopdit adalah langkah pertama kearah upaya memperhatikan dan memadukan kepentingan kepentingan khusus pria dan wanita secara selarass dan serasi dalam program dan kegiatan Kopdit.
Dalam konteks kepengurusan Kopdit ,penyadaran jender harus di tinjau dari dua sisi dari pria dan wanita
Dari segi pria, penyadaran ini perlu agar terbina kesediaan untuk memberi kesempatan dan peran mitra sejajar kepada anggota wanita untuk tampil menjadi pengurus Kopdit.
Dari segi Wanita, penyadaran ini perlu agar ada kesediaan untuk ikut berperan sebagai mitra yang sejajar kaum pria.
BEBERAPA DEFINISI PENTING
JENDER  :
Istilah ini mengacu pada peran dan tanggung jawab pria dan wanita yang di tentukan secara        sosial.bukan 
secara biologis
ANALISIS JENDER
Istilah ini mengacu pada cara sistimatik untuk memeriksa perbedaan dampak pembangunan terhadap laki laki dan perempuan. Jender mengharuskan adanya pemisahan data menurut jenis kelamin serta pemahaman tentang bagaimana penilaian terhadap hasil kerjaantar jenis kelamin. Analisis jender harus dilakukan pada setiaptahap proses pembangunan.
BUTA JENDER
orang yang buta jender tidak melihat bahwa jender adalah faktor penting dalammenentukan pilihan hidup yang 
ada di masyarakat.
WID [ WOMEN IN DEVELOPMENT]= Wanita Dalam pembangunan
Konsentrasi para perencana dan pelaku pembangunan pada isu WID muncul dari kesadaran bahwa sumbangan kaum perempuan telah diabaikan,yang mengakibatkan banyaknya kegagalan dalam upaya upaya pembangunan 
GAD [ GENDER AND DELEVPMENT ]= Jender dan Pembangunan :
Pendekatan ini mengubah fkus dari perempuan sebagai kelmpok ke relasi antara perempuan dan aki laki yang ditentukan secara sosial. Pendekatan PAD memfokuskan pada kekuata sosial,Ekonomi, Politik, dan Budaya yang menentukan bagaimana laki laki dan perempuan berpartisipasi di dalamnya keuntungan dan kntrol sumber daya proyek serta kegiatan kegiatan yang berbeda.
SEX DIFERENTIATED DATA = Data Perbedaan Jenis Kelamin :
Data yang dikumpulkan lewat kuesioner pengamatan atau tekhnik tekhnik lain yang mengungkapkan perbedaan peran dan tanggung jawab laki laki dan perempuan . Data sperti ini penting agar dapat merancang proyek proyek peka jender.
PEMBAGIAN KERJA :
Mengacu pada pembagian kerja antara laki laki dan perempuan dan bagaiman penghargaan atas kerja tersebut dalam budaya atau masyarkat tertentu.
AKSES DAN KONTROL :
Konsep ini menekankan pentingnya perbedaan AKSES [ misalnaya :dapat bertani pada lahan milik orang lain ] dan kontrol [ misalnya : memiliki lahan dan dapat memutuskan bagaiman penggunaannya ]
Perempuan mungkin memiliki akses untuk sumber daya yang penting. Tetapi jika mereka tidak memiliki  kontrol ,mereka tidak memiliki wewenang apapun ketika putusan dibuat atau sumber daya terancam.

Tidak ada komentar: